Telah kita ketahui semua salah satu sebab utama meningkatnya emisi gas rumah kaca di Indonesia adalah berkurangnya jumlah pepohonan yang merupakan penyerap emisi karbon. Dari 26 persen upaya penurunan emisi gas rumah kaca, 14 persen di antaranya dilakukan melalui reboisasi dan pencegahan menurunnya jumlah luas hutan secara signifikan. Selanjutnya, enam persen upaya penurunan emisi gas rumah kaca dilakukan melalui kebijakan efisiensi penggunaan energi yang tidak dapat terbarukan dengan konsep pembangunan rumah atau gedung yang memungkinkan banyak cahaya masuk, sehingga penggunaan listrik bisa dihemat. Efisiensi penggunaan energi juga bisa dilakukan dengan menggunakan energi terbarukan dan memanfaatkan energi ramah lingkungan. “Indonesia punya banyak potensi energi alternatif seperti matahari dan panas bumi, hanya saja belum termanfaatkan seutuhnya.
Seperti yang telah diapaprkan diatas saya akan memberikan tips mengurangi emisi gas rumah kaca yang saya ketahui dan mungkin bisa dibilang hal yang mudah kita lakukan juga.
1. Berikanlah waktu liburan pada motor/mobil anda.
Tidak ada salahnya kita memberikan liburan pada motor/mobil kita. Tak hanya manusia yang menginginkan libur tapi kendaraan juga butuh libur loh. Tidak ada ruginya kita memberikan libur pda kendaraan kita, dengan itu kita telah mendapatkan 2 keuntungan sekaligus. Yang pertama kita bisa hemat apalagi klo kita menggantikan kendaraan kita dengan mengendarai sepeda. Yang kedua kita telah menyelamatkan lingkungan dengan tidak mencemari berarti kita telah membantu mencegah meningkatkan gas karbon dibumi. Mari kita contoh bapa yang satu ini, beliau berangkat kerja menggunakan sepeda nyaris setiap hari loh, hebat kan.
Mungkin logika kita ban mobil apabila tidak penuh udara (kempes) hanya untuk menghindari terjadinya kecelakaan tapi ada lagi selain itu, yaitu diperkirakan bahwa jika ban mobil/motor berisi kurang udara di atas 80%, dapat membuat mobil/motor lebih boros bensin, dan emisinya akan naik hingga 5% dan juga dapat mempercepat kerusakan ban dan mesin kendaraan.
3. Mengemudi dengan jendela tertutup (Mobil).
Khususnya untuk mobil yang tidak berAC mungkin ini sulit dilakukan karena suhu udara yg mebuat tidak nyaman saat berkendara tapi jangan pandang sebelah mata ya, jendela mobil tertutup dapat mengurangi hambatan udara sehingga dapat menambah efisiensi pemakaian bahan bakar dan mengurangi emisi mobil Anda. Hambatan juga dapat dikurangi dengan menurunkan barang-barang berat di dalam mobil dan rak pengangkut di atas kap mobil Anda ketika Anda tidak membutuhnya
4. Masaklah dari bahan segar.
Menurut informasi yang saya baca kita harus mengindari produk makanan kemasan dan olahan untuk mengurangi emisi yang dihasilkan dalam berbagai transportasi pengiriman produk-produk dan bahan-bahan makanan itu di dalam negeri atau bahkan di dunia, dan juga dalam memproduksi kemasannya. Makanan segar juga sangat baik bagi kesehatan anda.
5. Belilah susu organik.
Kenapa? Jawaban awalnya pasti karena, nah pasti anda ingin tahu dong karena apa hehe jadi begini untuk memproduksi satu liter susu non-organik diperlukan energi sebesar tiga kali lebih besar dibanding untuk memproduksi satu liter susu organik. Kebanyakan energi tambahan ini digunakan dalam memproduksi hormon penyubur. Tidak susah ko mendapatkan susu organic sekarang ini sudah banyak pedagang yang menjaual secara keliling contohnya yang bunyinya seperti ini ‘susu murni nasional’. Untuk orang majalengka mungkin suara bel itu sudah tidak asing ya ^_^
6. Pakailah penutup panci masak.
Panci masak dengan penutup panas ketat dapat memasak makanan dengan lebih cepat, dan menggunakan energi lebih sedikit dalam proses memasaknya.7. Matikan lampu anda.
Sudah tidak asing ya dengan himbauan seperti ini, mungkin saya sedikit menjelaskan mengapa kita perlu memeatikan lampu bila sudah tidak perlu. Sebagai perbandingan, lampu yang dinyalakan sepanjang malam ketika kantor kosong dapat memboroskan energi yang setara dengan energi yang digunakan untuk memanaskan air sebanyak 1000 cangkir kopi
8. Jagalah pintu lemari es dan pendingin agar selalu tertutup
Lemari es yang pintunya dibuka setiap menit akan menghabiskan tiga kali lebih banyak energi untuk membuat lemari es itu dingin kembali. Dan juga ia memerlukan waktu setengah jam untuk membuat temperaturnya dingin kembali jika pintunya dibuka meski hanya 60 detik saja. Dan jangan lupa untuk meletakkan lemari es atau pendingin jauh dari alat pemanas atau jauh dari cahaya matahari langsung.
9. Penanaman pohon
Untuk penanaman pohon sudah dijelaskan diatas, mungkin bisa disimak lagi.
10. Membawa botol minuman sendiri ketimbang membeli dalam kemasan
Sedikit aneh, tapi sebentar semuanya ada alasannya yaitu karena pembuatan tiap botol air mineral menghasilkan emisi karbon 841,5 gram setara CO. Hal ini sangat mudah tapi sangat sulit dikerjakan, untuk pelajar jangan malu membawa minum dari rumah dan jangan khawatir diejek seperti anak TK, Justru yang anak TK adalah yang mengejek kita untuk melakukan hal yang baik ini.
Hm… mudah kan? Setiap orang bisa berbuat untuk mengurangi emisi karbon di bumi ini, dari hal yang paling kecil. Ingat hal kecil bisa menjadi hal besar.
Oh iya berapa emisi karbon yang Anda hasilkan dalam keseharian Anda? Mudah saja, buka situs http://www.iesr-indonesia.org, lalu klik ikon ”Kalkulator Jejak Karbon” di bagian kanan halaman situs itu. Hitunglah sendiri berapa jejak karbon dalam kehidupan sehari-hari dan rencanakan pengurangan emisi karbon Anda hari ini juga.




